MIU Login

Sosialisasi dan Koordinasi Pendamping PPH Pelaksanaan Program SEHATI Tahun 2025

Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Gelar Sosialisasi dan Koordinasi Program SEHATI 2025

Malang – Halal Center Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi dan koordinasi dengan para pendamping proses produk halal dalam rangka persiapan pelaksanaan program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 4 Maret 2025 secara vitual. Acara ini menghadirkan narasumber utama, Ibu Nurun Nayiroh, M.Si., seorang pakar dalam bidang sertifikasi halal dan pengembangan usaha halal di Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan pendamping proses produk halal. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme sertifikasi halal, peran pendamping dalam memastikan kelancaran proses, serta strategi optimalisasi implementasi program SEHATI 2025.

Dalam sambutannya, Ketua Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ibu Eny Yulianti, M.Si menyampaikan pentingnya sertifikasi halal sebagai bagian dari upaya mendukung industri halal yang lebih kompetitif. “Sebagai institusi pendidikan Islam, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa produk yang dikonsumsi masyarakat memiliki jaminan halal yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Program SEHATI 2025 diharapkan dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk mendapatkan sertifikat halal secara gratis,” ujarnya.

Ibu Nurun Nayiroh, M.Si., dalam paparannya, menjelaskan berbagai aspek penting terkait dengan sertifikasi halal, termasuk regulasi terbaru, persyaratan administrasi, serta langkah-langkah teknis dalam pengajuan sertifikasi halal. Beliau menekankan bahwa peran pendamping sangat krusial dalam memastikan kelengkapan dokumen serta mendampingi pelaku usaha dalam proses verifikasi bahan dan prosedur produksi.

“Salah satu tantangan terbesar dalam sertifikasi halal adalah pemahaman pelaku usaha terkait regulasi dan prosedur yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, pendamping memiliki peran sebagai fasilitator yang membantu mempercepat proses dan memastikan bahwa produk yang diajukan benar-benar memenuhi kriteria halal,” ungkap Nurun Nayiroh.

Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha dalam mempercepat sertifikasi halal. “Program SEHATI 2025 ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung industri halal yang lebih inklusif dan berdaya saing tinggi. Kami berharap para pendamping dapat berperan aktif dalam mendukung pelaku usaha agar mereka dapat memperoleh sertifikat halal dengan mudah dan cepat,” tambahnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para pendamping berbagi pengalaman dan kendala yang sering dihadapi dalam mendampingi pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal. Beberapa isu yang dibahas antara lain adalah kendala dalam melengkapi dokumen administrasi, tantangan dalam pemenuhan bahan baku halal, serta solusi untuk mengatasi berbagai hambatan teknis dalam proses sertifikasi.

Para peserta mengapresiasi kegiatan ini dan berharap adanya pelatihan lanjutan agar mereka dapat lebih memahami aspek teknis dalam mendampingi pelaku usaha. Salah satu peserta, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas para pendamping. “Kami sangat berterima kasih kepada Halal Center UIN Malang dan narasumber yang telah memberikan wawasan baru. Dengan adanya kegiatan ini, kami lebih siap untuk membantu para pelaku usaha dalam mendapatkan sertifikasi halal,” ujarnya.

Dengan adanya sosialisasi dan koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan program SEHATI 2025 dapat berjalan lebih lancar dan memberikan manfaat yang luas bagi pelaku usaha mikro dan kecil di Indonesia. Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkomitmen untuk terus mendukung sertifikasi halal dan memperkuat ekosistem halal di Indonesia melalui berbagai kegiatan edukasi dan pendampingan.

Ke depan, Halal Center UIN Malang berencana mengadakan kegiatan serupa untuk memperluas jangkauan program SEHATI serta memastikan bahwa lebih banyak pelaku usaha dapat merasakan manfaat dari sertifikasi halal. Dengan demikian, diharapkan industri halal di Indonesia dapat semakin berkembang dan menjadi salah satu pilar utama dalam perekonomian nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait