Pendahuluan Dalam beberapa tahun terakhir, konsep halal tidak lagi terbatas pada makanan dan minuman semata. Halal kini telah berkembang menjadi sebuah gaya hidup (halal lifestyle) yang mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti fashion, kosmetik, pariwisata, hingga keuangan. Fenomena ini tidak hanya menjadi tren di negara-negara mayoritas Muslim, seperti Indonesia, tetapi juga mulai diadopsi secara luas di negara-negara Barat. Artikel ini akan mengulas mengapa gaya hidup halal menjadi begitu populer saat ini, yang harus kita aplikasikan dalam kehipupan kita, serta bagaimana peluang dan tantangan yang akan kita hadapi dalam mengembangkan ekosistem halal secara global.
Perkembangan Industri Halal Global Menurut laporan “State of the Global Islamic Economy Report 2024” yang dirilis oleh DinarStandard, belanja konsumen Muslim global untuk produk dan layanan halal mencapai USD 2,29 triliun pada tahun 2023 dan diperkirakan akan tumbuh menjadi USD 3 triliun pada 2027. Kategori terbesar mencakup makanan halal, fashion, farmasi, kosmetik, dan pariwisata ramah Muslim. Negara seperti Indonesia, Malaysia, Turki, dan Arab Saudi terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri halal dunia.
Faktor Pendorong Tren Halal Lifestyle
- Kesadaran Konsumen Muslim: Meningkatnya kesadaran umat Muslim terhadap pentingnya mengonsumsi produk yang sesuai syariah membuat permintaan terhadap produk halal meningkat tajam.
- Kesehatan dan Kebersihan: Produk halal identik dengan standar kebersihan dan keamanan yang tinggi, sehingga juga menarik bagi konsumen non-Muslim yang mencari produk sehat dan higienis.
- Digitalisasi dan Media Sosial: Platform digital dan media sosial mempercepat penyebaran informasi dan edukasi seputar produk halal, sekaligus membuka akses pasar baru.
- Dukungan Pemerintah dan Regulasi: Banyak negara mulai menetapkan regulasi halal yang mendukung pertumbuhan industri ini, termasuk sertifikasi, promosi ekspor, dan pengembangan kawasan industri halal.
Tren Halal di Berbagai Sektor
- Makanan dan Minuman: Produk halal semakin mudah ditemukan di berbagai negara. Banyak restoran, supermarket, dan perusahaan makanan internasional seperti Nestle dan McDonald’s menyediakan pilihan halal.
- Fashion Halal (Modest Fashion): Fashion Muslim berkembang pesat, terutama di kalangan generasi muda. Indonesia bahkan menjadi salah satu pusat modest fashion dunia.
- Kosmetik dan Perawatan Diri: Kosmetik halal tidak hanya bebas dari bahan haram, tetapi juga memastikan proses produksinya sesuai dengan standar halal.
- Pariwisata Halal: Wisata ramah Muslim menyediakan fasilitas seperti makanan halal, tempat ibadah, dan akomodasi sesuai syariah. Negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan mulai mengembangkan sektor ini untuk menarik wisatawan Muslim.
- Keuangan Syariah: Sistem keuangan berbasis prinsip syariah menjadi alternatif etis yang menarik, tidak hanya bagi Muslim tetapi juga investor yang mengutamakan prinsip keberlanjutan.
Indonesia Sebagai Pusat Halal Dunia
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat halal global. Pemerintah Indonesia melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Kementerian Agama, dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di bawah Halal Indonesia terus mendorong pengembangan ekosistem halal nasional. Upaya ini mencakup sertifikasi halal yang terintegrasi, pelatihan UMKM halal, digitalisasi sistem halal, serta peningkatan edukasi publik mengenai pentingnya gaya hidup halal.
Indonesia juga rutin menggelar event internasional seperti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) dan Halal Fair yang memamerkan produk halal unggulan serta mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara. Selain itu, Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berperan aktif dalam mendampingi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk memahami proses pengurusan sertifikasi halal serta memberikan pelatihan dan pendampingan dalam memenuhi standar halal. Visi Indonesia menjadi “produsen utama produk halal dunia” tercantum dalam Rencana Induk Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024..
Tantangan dan Peluang
Tantangan utama industri halal antara lain adalah standarisasi sertifikasi halal secara global, keterbatasan SDM terlatih, serta kurangnya penetrasi teknologi pada pelaku usaha kecil. Namun demikian, peluangnya sangat besar, terutama dengan meningkatnya permintaan global terhadap produk yang etis, sehat, dan berkelanjutan.
Peran generasi muda Muslim juga sangat penting dalam mendorong inovasi produk halal yang relevan dan menarik, seperti produk vegan halal, fashion ramah lingkungan, dan aplikasi digital halal.
Kesimpulan Halal lifestyle bukan sekadar tren sementara, tetapi mencerminkan perubahan mendasar dalam preferensi konsumen global yang menginginkan produk yang bersih, etis, dan sesuai nilai spiritual yang akan bisa membawa keberkahan dalam kehidupan kita. Dengan dukungan regulasi, inovasi, dan kolaborasi lintas negara, gaya hidup halal berpotensi menjadi kekuatan ekonomi global baru yang inklusif dan berkelanjutan.
Dibuat oleh: Rifqi Abqoriya, M.Pd
Referensi:
- DinarStandard. (2024). State of the Global Islamic Economy Report 2024. Dubai: DinarStandard.
- Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). (2023). Laporan Tahunan Ekonomi Syariah Indonesia 2023.
- Thomson Reuters & DinarStandard. (2020). Global Islamic Economy Report.
- Halal Development Corporation (HDC). (2022). Malaysia Halal Industry Overview.
- Republika. (2024). “Indonesia Siap Jadi Pusat Halal Dunia”, diakses dari https://www.republika.co.id/.
👉 More Information
📞 (Admin Halal Center) 085174218053
📸 Instagram: https://www.instagram.com/halalcenteruinmalang/
🌐 Website: halalcenter.uin-malang.ac.id