MIU Login

PENTINGNYA KOSMETIK HALAL BAGI KESEHATAN

Oleh : Dr. Zainabur Rahmah, S,Si.,M,Si

Kosmetik merupakan produk yang banyak digunakan masyarakat, khususnya perempuan, dalam menunjang penampilan dan perawatan diri. Namun, di balik manfaat tersebut, keamanan dan kehalalan bahan penyusun kosmetik menjadi isu penting yang perlu diperhatikan. Di Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, kebutuhan akan kosmetik halal menjadi semakin tinggi. Tidak hanya karena alasan religius, tetapi juga karena aspek kesehatan yang melekat pada konsep halal itu sendiri. Produk halal harus bebas dari bahan-bahan haram dan najis seperti alkohol, lemak babi, atau bagian tubuh manusia, yang secara ilmiah juga dapat berdampak buruk pada kesehatan jika digunakan secara terus-menerus.

 Komposisi Berbahaya dalam Kosmetik Non-Halal

Beberapa bahan yang umum ditemukan dalam kosmetik non-halal dan berisiko bagi kesehatan meliputi:

  • Kolagen dari babi: Dapat menimbulkan reaksi alergi dan tidak sesuai syariah.
  • Plasenta manusia atau hewan: Berisiko membawa penyakit.
  • Alkohol (etanol): Iritatif dan dapat mengganggu keseimbangan kulit.
  • Paraben: Pengawet yang dicurigai sebagai pemicu kanker payudara.
  • Merkuri dan hidrokuinon: Sering ditemukan pada krim pemutih ilegal, dapat merusak ginjal dan kulit.

Hubungan Kosmetik Halal dengan Kesehatan Kulit

Kosmetik halal umumnya memiliki standar keamanan tinggi karena melalui dua tahapan verifikasi: standar kesehatan (BPOM) dan standar kehalalan (LPPOM MUI). Produk ini terbukti lebih aman karena:

  • Menggunakan bahan alami dan bersumber dari tumbuhan.
  • Bebas dari bahan kimia keras yang dapat menyebabkan dermatitis kontak, alergi, dan iritasi.
  • Menghindari kontaminasi silang dari najis atau bahan yang dilarang.

Kesadaran Konsumen terhadap Kosmetik Halal

Survei oleh Nielsen (2020) menunjukkan bahwa 58% konsumen Muslim Indonesia mempertimbangkan label halal sebelum membeli kosmetik. Ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kosmetik halal, tidak hanya karena agama tetapi juga karena kesehatan dan keamanan.

Dampak Penggunaan Kosmetik Tidak Halal

Penggunaan kosmetik yang tidak halal atau tidak terdaftar resmi dapat berdampak negatif, seperti:

  • Kerusakan jaringan kulit: Akibat zat kimia keras seperti merkuri dan hidrokuinon.
  • Alergi dan iritasi: Karena bahan pewangi sintetik atau alkohol.
  • Gangguan hormonal: Zat seperti paraben bersifat xenoestrogen, yang mengganggu sistem hormonal tubuh.

Kesimpulan

Kosmetik halal tidak hanya penting dari sisi keimanan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam menjaga kesehatan dan keamanan konsumen. Produk yang telah tersertifikasi halal cenderung menggunakan bahan yang lebih alami dan aman, serta terhindar dari zat berbahaya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, khususnya umat Muslim, untuk lebih selektif dalam memilih produk kosmetik.

Daftar Pustaka

BPOM RI. (2021). Data Produk Kosmetik Berbahaya.

LPPOM MUI. (2020). Pedoman Sertifikasi Halal LPPOM MUI.

Mahdiah, A., & Fitriani, R. (2022). “Pentingnya Sertifikasi Halal pada Produk Kosmetik”. Jurnal Halal Studies, 3(1), 12–20.

Nielsen Indonesia. (2020). Consumer Insight on Halal Products.

WHO. (2020). Chemical Safety in Cosmetics.

👉 More Information

📞 (Admin Halal Center) http://wa.me/6285174218053

📸 Instagram: https://www.instagram.com/halalcenteruinmalang/

🌐 Website: halalcenter.uin-malang.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait